PENGARUH PENGGUNAAN TIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMK

Oleh :
FATHUR RAHMI, S.Pd
JARLIT KOTA TEBING TINGGI
Abstrak

Motivasi dan hasil belajar matematika siswa SMK selama ini relatif rendah. Dalam kasus di SMK Negeri 2 Kota Tebing Tinggi, salah satu penyebabnya adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui: (1). Pengaruh penggunaan TIK sebagai media pembelajaran  terhadap motivasi belajar siswa SMK (2). Pengaruh penggunaan TIK sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar matematika siswa SMK.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Variabel bebas yaitu penggunaan  media TIK dan modul sedangkan variabel terikat yaitu motivasi  dan hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui instrument motivasi belajar dan tes pilihan ganda. Analisis butir soal yang dilakukan pada tes yaitu analisis daya beda, tingkat kesukaran. Analisis instrumen yang dilakukan yaitu validitas isi dan reliabilitas. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu : uji keseimbangan , uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis penelitian.
Temuan penelitian: (1) Motivasi belajar siswa dengan menggunakan media TIK lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan media modul pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi. (2) Rata-rata hasil belajar matematika dengan menggunakan media TIK lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan media modul pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi. Rekomendasi yang diberikan kepada dinas pendidikan, hendaknya dapat mengupayakan sarana dan prasarana berbasis TIK di sekolah khususnya pada SMK dan mengadakan pelatihan bagi guru bidang studi dalam pembuatan Modul berbasis TIK, agar guru menjadi lebih profesional. Kepada Pemerintah disarankan melakukan percepatan sambungan layanan internet yang luas dan murah secara nasional sehingga kesenjangan digital dapat diatasi.

Kata Kunci : Media TIK, Motivasi dan Hasil Belajar Matematika.

Abstract
Mathematics score and students motivation of mathematics learning in SMK is quite low. In the case of SMK Negeri 2 Tebing Tinggi, One of the causes is usage of not accurate learning media. The aim of this research are to know : (1) Influence the use of ICT as learning media to the student motivation on learning in SMK; (2) Influence the use of ICT as learning media to the result of Mathematics learning in SMK.
This research is a quasi-experimen.  Independent variable are  ICT’s media  and module using in mathematics learning, whereas dependent variable are student  motivation and the result of mathematics learning. The population of this research is the first level student of SMK Negeri 2 Tebing Tinggi.  Sampling methods used cluster random sampling. Data Collecting was done by using the instruments of studying motivation and multiple choice tests. The analysis of questioning the test consists of the analysis of different capacity of difficulty level. The analysis of instrument used content validity and reliability. Data analysis is done by using: the test balance of mean, normality test, homogeneity test, and test the research hypothesis.
The findings are: (1) Student’s motivation by using ICT  media is higher than using the media module of the fist level students of SMK Negeri 2 Tebing Tinggi (2) Average learning outcomes mathematic by using ICT media is higher than using the media module of the fist level students of SMK Negeri 2 Tebing Tinggi. Recommendations:  local government should provide facilities and infrastructure based on ICT in vocational school; conduct the training for the teacher on manufacture of ICT-based modules to become professional teachers. Central government should accelerate internet connection widely, and low cost, so that the problem of digital gap can be solved.

Keywords : ICT media, Motivation and the result of mathematics learing.


Masih merasa penghasilan kurang? Jangan hanya mengeluh. Mari bergabung untuk mendapatkan Income Rp.800 Juta,- Dari Bisnis Iklan
Silahkan klik :
https://muslimpromo.com/?ref=8076


Pendahuluan
            Kualitas pendidikan di Indonesia masih terbilang rendah. Hal ini diakui oleh seorang professor yang juga tokoh cendikiawan muslim, Nurkholis Madjid yang menyatakan bahwa Amerika, Jepang dan Negara-negara lain baik di Asia dan Eropa, perkembangan pendidikannya hampir merata. Sebab anggaran yang dialokasikan ke pendidik besar dan berjalan lancar. Menurutnya, paling tidak 65 % penduduk Indonesia berpendidikan SD bahkan tidak tamat. Bila dibandingkan oleh Negara lain, Indonesia hanya menempati urutan 102 dari 107 negara di dunia dan 41 dari 47 negara di Asia (Fakhrurrozi,  2006).
            Hasil belajar siswa, khususnya matematika masih rendah. Data tentang rendahnya prestasi siswa dalam matematika, disajikan pada Laporan The Third International Mathematics and Science Study Tahun 2007  yang menyatakan bahwa  diantara 48 negara peserta, prestasi siswa Indonesia pada urutan ke-36  dan berdasarkan tes PISA tahun 2006 tentang matematika, siswa Indonesia berada pada peringkat 52 dari 57 negara (Repository, 2011). Hasil pengukuran daya serap kurikulum secara nasional oleh Direktorat Pendidikan  menunjukkan bahwa rata-rata daya serap kurikulum secara nasional masih rendah, yaitu 5,1 untuk lima mata pelajaran, termasuk mata pelajaran matematika (Sukastomo,2005).
Dari pengalaman penulis selama ini mengajar, hasil pembelajaran matematika  di sekolah cenderung rendah, padahal guru sudah berupaya untuk menyampaikan materi sebaik mungkin. Hal ini tercermin dari rata-rata kelas, daya serap dan ketuntasan belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi tahun pelajaran 2009/2010 masih rendah, yaitu 6,3 untuk rata-rata kelas, 60% untuk daya serap, dan 68% untuk ketuntasan belajar. Dari data tersebut terlihat bahwa hasil belajar matematika siswa masih belum mencapai yang diharapkan oleh kurikulum, yaitu 6,5 untuk rata-rata kelas, 65% untuk daya serap dan 85% untuk ketuntasan belajar.
Jika dianalisis penyebab terjadinya rendah kualitas pendidikan terutama prestasi matematika di Indonesia bisa dari siswa, guru, sarana dan prasarana maupun model pembelajaran yang digunakan. Pada kenyataannya pelajaran matematika masih relatif susah dipahami oleh siswa, yang salah satunya disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang tepat dan penggunaan media yang kurang sesuai. Guru dalam proses belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa seharusnya tidak hanya memiliki kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih pada memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa.
            Namun kenyataannya, banyak para guru dalam mengajar cenderung menggunakan cara konvensional sehingga  tidak menarik minat siswa untuk belajar, siswa kurang termotivasi untuk belajar. Peranan guru hanya sebatas penyampaian informasi dan pembelajaran cenderung satu arah, bahkan tidak pernah berusaha untuk menggali kreativitas siswa, serta tidak mengarahkan siswa untuk dapat  mengaplikasikan hasil belajar tersebut dalam memecahkan berbagai masalah yang mungkin terjadi dalam keseharian kita.
Adapun model atau strategi pembelajaran yang dapat dilakukan guru dalam usaha mengoptimalkan hasil belajar siswa, diantaranya adalah penggunaan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk mengatasi menurunnya prestasi belajar matematika adalah media pembelajaran modern yang sangat populer digunakan dalam dunia pendidikan yaitu TIK terutama  penggunaan komputer dan internet. Berbagai kemudahan dengan fasilitas yang ada di dalamnya dapat memotivasi siswa untuk belajar. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis komputer/TIK ,siswa diarahkan belajar secara aktif dan mandiri menemukan  generalisasi, dengan pembelajaran model ini dapat meningkatkan prestasi siswa, motivasi berprestasi dan sikap siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penelitian ini memusatkan perhatian untuk menjawab 2 (dua) pertanyaan penelitian. (1) Apakah ada pengaruh penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai media pembelajaran terhadap motivasi  belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi? (2) Apakah ada pengaruh penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar  belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi?

Ingin punya penghasilan dari menulis? Mari bergabung dan mendaftar di BABE dengan meng klik:  

Kajian Pustaka
1.       Hasil Belajar Matematika
            Riyanto (2009:6), menyatakan belajar adalah suatu proses untuk mengubah performansi yang tidak terbatas pada keterampilan, tetapi juga meliputi fungsi-fungsi, seperti skill, persepsi, emosi. Proses berfikir, sehingga dapat menghasilkan perbaikan performansi.
Slameto (1995:22), mendefinisikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Selanjutnya  Sudjana (1995, dalam Hammad F. R, 2009) memberikan pengertian belajar sebagai suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan ini ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, serta perubahan-perubahan aspek lain pada individu yang belajar.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam belajar  menurut Nana Syaodih Sukmadinata  (2005:162), yaitu : (a) Faktor – faktor dari  dalam diri individu, yang menyangkut aspek jasmaniah maupun rohaniah individu.(b) Faktor – faktor lingkungan, yang terdiri dari  lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan yang kondusif dapat meningkatkan gairah  dan motivasi anak dalam belajar.
Dari uraian dapat disimpulkan rumusan tentang belajar, yaitu belajar merupakan suatu proses  menuju  perubahan yang terjadi karena adanya suatu usaha dan proses yang diperoleh melalui hasil pengalaman siswa sehingga diperoleh kecakapan baru.
Hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang yang  akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik (Munawar, 2009).
Oemar Hamalik (2006:30), menyatakan bahwa hasil belajar adalah terjadinya  perubahan tingkah laku pada orang yang belajar, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar dapat dilihat dari perunahan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar yaitu pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
Dari pengertian diatas, pengertian hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses belajar yang ditandai dari perubahan tingkah laku dari orang yang belajar dan dapat dilihat dari sisi siswa dan guru.
Hasil belajar matematika adalah sebuah kecakapan atau keberhasilan yang diperoleh seseorang setelah seseorang tersebut belajar matematika sehingga dalam diri seseorang tersebut mengalami perubahan tingkah laku baik pada aspek kognitif, afektif maupun psikomotoriknya sesuai dengan kompetensi materi pokok bahasan matematika yang dipelajarinya. Dalam penelitian ini hasil belajar matematika yang ingin dicapai adalah hasil belajar siswa setelah mempelajari materi pada pokok bahasan logika matematika.

2.      Motivasi Belajar
Menurut Satria Hadi Lubis (2009: 16), Motivasi merupakan kata “ajaib”, Sebab  kata “motivasi“ mengandung makna “ tiada tapi ada “. Motivasi sulit dibuktikan  secara kasat mata  keberadaannya dalam diri kita, tapi diakui baik secara ilmiah  maupun awam. Ahmad Sudrajat (2008), mengemukakan motivasi, yaitu:  kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik)”.
            Menurut Hamzah B Uno (2008:23), Motivasi dan Belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Motivasi belajar dapat timbul karena factor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkat factor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik, dan kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.
Berdasarkan beberapa pendapat pendidikan tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi berfungsi sebagai tenaga penggerak bagi seseorang atau peserta didik yang menimbulkan upaya keras untuk melakukan aktivitas mereka sehingga dapat mencapai tujuan belajar. Dalam penelitian ini yang dimaksud motivasi belajar meliputi beberapa indikator sebagai berikut: (1). Adanya Hasrat dan keinginan berhasil.(2). Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.(3). Adanya harapan dan cita-cita masa depan.(4). Adanya penghargaan dalam belajar.(5). Adanya kegiatan yang menarik.(6). Adanya lingkungan yang kondusif.
3.      Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Akhmad Sudrajat (2008) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Sedangkan menurut Marsal Mcluhan (Trianto, 2009:234) Media adalah suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya  memegaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengannya.
Dari pengertian para ahli diatas disimpulkan bahwa media adalah suatu teknologi pembawa pesan yang berupa sarana fisik dan komunikasi untuk menyampaikan materi pembelajaran yang dapat merangsang fikiran, perasaan dan kemauan peserta didik dengan/tanpa kontak langsung dengannya sehingga dapat mendorong hasil pembelajaran yang baik.
Keuntungan dari media pembelajaran (Trianto, 2009:235) antara lain (a) Gairah belajar meningkat.(b) Siswa berkembang menurut minat dan kecepatannya.(c) Interaksi langsung dengan lingkungan.(d)Memberikan perangsang dan mempersamakan pengalaman, dan (e) Menimbulkan persepsi akan sebuah konsep yang sama.
a.      TIK sebagai Media Pembelajaran
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001, dalam rulam 2009), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Selanjutnya dikatakan oleh Rosenberg (2001, dalam Rulam, 2009) bahwa komunikasi sebagai media pendidikan dapat dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu (1) Teknologi berfungsi sebagai alat (tools),(2) Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science).(3) Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy).
TIK sebagai alat bantu pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, antara lain kategori pertama sebagai alat bantu guru yaitu sebagai media animasi peristiwa, alat uji siswa, referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, alat simulasi kasus, alat peraga visual dan alat komunikasi antar guru. Kategori kedua adalah sebagai alat bantu interaksi gurusiswa, yaitu sebagai alat komunikasi guru dengan siswa, untuk kolaborasi kelompok studi dan sebagai alat bagi manajemen kelas terpadu. Kategori ketiga adalah sebagai alat bantu siswa itu sendiri pada proses pembelajaran melalui buku interaktif, alat belajar mandiri, latihan soal, media ilustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa dan sebagai media komunikasi antar siswa (Nia-Rusva, 2010).
      Dalam penelitian ini, penggunaan TIK sebagai media pembelajaran  dimanfaatkan guru untuk memberikan materi berbantuan computer/laptop dengan memanfaatkan software presentasi microsoft powerpoint dan menampilkankannya dengan Infocus, sehingga semua siswa dapat melihatnya dengan jelas, selanjutnya siswa juga diupayakan untuk melakukan demontrasi membuat  materi  belajar dengan merangkum keseluruhan materi  yang didapat  termasuk dengan menjelajahi materi dari dunia maya/internet.
b. Media Modul
Modul dirumuskan sebagai salah satu unit yang lengkap yang berdiri sendiri, terdiri dari rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu para siswa dalam mencapai sejumlah tujuan belajar yang telah dirumuskan secara spesifik dan operasional (Ali Poetri, 2011). Adapun ciri-ciri modul (santyasa, 2009) adalah sebagai berikut (1) Didahului oleh pernyataan sasaran belajar. (2) Pengetahuan disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menggiring partisipasi siswa secara aktif. (3) Memuat sistem penilaian berdasarkan penguasaan. (4) Memuat semua unsur bahan pelajaran dan semua tugas pelajaran. (5) Memberi peluang bagi perbedaan antar individu siswa. (6) Mengarah pada suatu tujuan belajar tuntas.
Adapun modul yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul logika matematika yang telah ada dan dibuat oleh beberapa guru matematika yang ada di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi dengan struktur/komponen sebagai berikut (a) Identitas modul. (b) Petunjuk pengerjaan modul. (c) Tujuan pembelajaran. (d) Bahan bacaan. (e) Kegiatan belajar. (f) Media dan sumber pembelajaran. (g) Tes.

Metode  Penelitian
Penelitian ini adalah jenis eksperimental semu dengan Pretest-Posttest  Design yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi beralamat jalan Gunung Leuser  pada semester genap dari bulan maret sampai april pada tahun ajaran 2010/2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMK Negeri 2 Tebing Tinggi tahun pelajaran 2010/2011 sebanyak 9 kelas dengan masing masing kelas kurang lebih berjumlah 32 orang. Dari 9 kelas yang ada, diambil secara acak sebanyak 2 kelas yaitu satu kelas untuk kelas eksperimen dan satu kelas lagi untuk kelas control. Semua siswa yang termasuk pada kelas eksperimen dan control merupakan sampel dari populasi. Dari hasil random diperoleh kelas X RPL (kelompok kontrol) dan kelas X TKJ 2 (kelompok eksperimen) sebagai sampel.
Adapun variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable bebas yaitu pembelajaran dengan menggunakan media TIK (kelas eksperimen) dan Pembelajaran menggunakan media Modul ( kelas control ). Serta variabel terikat yaitu motivasi belajar siswa (kelas eksperimen dan control) dan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan Logika matematika kelas X (kelas eksperimen dan control). Desain penelitiannya digambarkan sebagai berikut:
I           Intact classes               Pretest             Experimental variable         Posttest
G1        X TKJ 2                      O1                    Approach 1(media TIK)         O2
G2       X RPL                         O3                    Approach 2 (media modul)     O4
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Angket/ koesioner dengan jumlah butir 25 buah untuk melihat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran baik itu pada kelas eksperimen maupun kelas control, dan metode tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas control pada materi logika matematika yaitu dengan intrumen tes dengan jumlah butir soal 21 buah. Semua instrument telah dilakukan validitas dan realibilitasnya. Prosedur pelaksanaan penelitian,  pada pembelajaran yang menggunakan TIK  (Pada Kelas Eksperimen) dengan langkah– langkah pembelajaran adalah sebagai berikut: a) Menyampaian tujuan Pembelajaran .b) Mempresentasikan materi logika matematika dengan menggunakan media TIK (materi  pembelajaran dalam bentuk power point, infocus untuk menampilkan materi di depan kelas dan browsing internet untuk mencari materi lebih jauh). c).Membahas materi dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya hal- hal yang belum mengerti. d ) Memberi latihan dan umpan balik. e) Meminta siswa merangkum materi.
Sedangkan prosedur pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan Modul dengan langkah – langkah pembelajaran adalah sebagai berikut: a) Menyampaian tujuan Pembelajaran. b) Menjelaskan materi logika matematika dengan menggunakan media Modul.c) Membahas materi dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya hal- hal yang belum mengerti. d) Memberi latihan dan umpan balik . e) Meminta siswa merangkum materi.
Data penelitian  dianalisis secara deskriptif deskripsi dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis. Analisis deskripsi meliputi perhitungan ,Me, Mo, dan SD. Uji t (paired sample test) digunakan untuk menguji hipotesis dengan kriteria pengujian jika sig < 0,05 berarti Hipotesis diterima. Sebelum pengujian hipotesis penelitian, terlebih dahulu harus menguji keseimbangan rata-rata dari kelompok eksperimen dan kelompok control. Hal ini bertujuan agar hasil eksperimen adalah benar akibat perlakuan yang telah diberikan bukan karena adanya pengaruh yang lain. Dalam hal ini pengujian keseimbangan dilakukan pada nilai motivasi awal dan pretes dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk menguji kesamaan rata-rata dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut digunakan uji t ( paired sample test). Selanjutnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas sampel. Semua data diolah dengan menggunakan program computer excel dan SPSS versi 12.

Hasil dan Pembahasan
1.      Hasil Uji coba Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrumen tes hasil belajar matematika pada materi logika matematika dan angket motivasi belajar matematika siswa. Instrumen ini dibuat sendiri oleh peneliti, oleh karena itu perlu diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari tes prestasi belajar matematika dan angket motivasi belajar matematika siswa.
Uji coba instrumen tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi  pada  kelas yang telah melaksanakan pembelajaran materi logika matematika. Berdasarkan hasil uji coba instrumen diperoleh data sebagai berikut :
a.      Hasil uji coba instrumen angket motivasi belajar
            Hasil uji coba angket motivasi belajar yang berjumlah 30 butir dengan menggunakan rumus korelasi product moment, diperoleh sebanyak 25 butir yang valid ada 25 soal dan 5 butir yang tidak valid yaitu no 12,24,28, 29,dan 30. Berdasarkan perhitungan dengan rumus alpha, diperoleh  harga rhitung = 0, 927  setelah soal yang tidak valid dihapus, menunjukkan angket yang disusun cukup reliable dan layak dipakai.
b.   Hasil ujicoba tes hasil belajar
Hasil uji coba 30 soal (tes) pilihan ganda dengan menggunakan  rumus korelasi point biserial, maka diperoleh 22 butir yang valid dan 8  butir yang tidak valid yaitu soal no 3, 6, 9, 10, 18, 23, 24, dan 25. Koefisien reliabilitas dengan rumus KR-20 diperoleh koefisien rhitung =  0,723 sehingga tes cukup reliabel digunakan.     Hasil analisis daya pembeda, diperoleh 5 soal yang kurang baik yaitu soal no. 6, 9, 10, 15, dan 18 serta tingkat kesukaran soal diperoleh 10  butir kategori mudah, 13 butir kategori sedang 7  butir kategori sukar.
c. Penentuan Instrumen
Berdasarkan hasil perhitungan analisis validitas dan reliabilitas ujicoba angket, maka soal angket yang dipakai  sebagai instrument angket motivasi dalam penelitian ini adalah soal no no 1, 2,3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22 , 23, 25, 26, dan 27.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran soal, maka item soal tes uji coba yang dipilih sebagai instrument tes hasil belajar untuk mengambil data pada penelitian ini adalah soal no 1, 2, 4, 5, 7, 8, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 24, 26, 27, 29,dan 30.

2.      Deskripsi Umum Penelitian
Data penelitian yang digunakan untuk pengujian hipotesis meliputi dua kelompok data motivasi dan hasil belajar matematika pada materi logika matematika  yaitu pada kelompok pembelajaran yang menggunakan media TIK dan kelompok yang pembelajaran yang bukan menggunakan media TIK (dalam hal ini menggunakan media modul ).
1.      Data Skor Motivasi Belajar Siswa.
Data Skor Motivasi siswa diambil dari  nilai angket motivasi yang telah disebar diawal; dan diakhir pembelajaran baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas control.
Tabel 1.
 Jumlah siswa berdasarkan tingkat motivasi.







Skala
Tingkat Motivasi
kelas eksperimen
Kelas Kontrol
Awal
Akhir
Awal
Akhir
76  - 100
Tinggi
4
27 
8
 12
51  -  75
Sedang
26
 5
23
 20 
25  -  50
Rendah
2
 0
1
 0

Jumlah
32
32
32
32

Selanjutnya  untuk mendeskripsikan  Mean, Median, Modus dan Standar Deviasi dari skor nilai motivasi siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan SPSS 12. Rangkumannya disajikan pada Tabel  2 dibawah ini
Tabel 2. Deskripsi data Skor nilai motivasi siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada kelas eksperimen dan kontrol
Kelompok perlakuan
Keterangan
N
Mean
Median
Modus
Standar Deviasi
Maks
Min
Jmlh
Kel. Eksperimen
Sebelum
32
67.69
69.50
70
7.438
83
49
2166
Sesudah
32
80.03
80.00
80
5.597
97
72
2561
Kel. Kontrol
Sebelum
38
70.13
70.00
71
7.426
89
50
2244
Sesudah
38
73.47
73.00
69
6.965
93
59
2351

2.      Data hasil Belajar Logika Matematika
Untuk mendeskripsikan  Mean, Median, Modus dan Standar Deviasi dari skor nilai Hasil Belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan SPSS 12. Rangkumannya disajikan pada Tabel   dibawah ini
Tabel 3. Deskripsi data Skor nilai hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada kelas eksperimen dan kontrol
Kelompok perlakuan
Keterangan
N
Mean
Median
Modus
Standar
Deviasi
Maks
Min
jmlh
Kel.
Eksperimen
Sebelum
32
23.47
24.00
19
8.677
43
5
751
Sesudah
32
76.34
76.00
67
11.201
95
57
2443
Kel. Kontrol
Sebelum
32
23.69
24.00
24
5.385
33
10
758
Sesudah
32
51.56
48.00
62
17.090
86
24
1650

3.      Uji Keseimbangan Rata-rata.
            Sebelum melakukan tindakan untuk penelitian perlu dilakukan uji keseimbangan rata-rata terhadap sampel-sampel yang dipilih. Pengujian keseimbangan rata-rata ini dilakukan terhadap skor motivasi awal sebelum pembelajaran berlangsung dan skor pretes, untuk mengetahui apakah kedua kelompok dalam keadaan seimbang baik dalam motivasi dan kemampuan. Dari perhitungan uji keseimbangan rata-rata menghasilkan :
Tabel. 4.Uji Keseimbangan
Jenis yang diuji
t  hitung
t –tabel
Sig
Keputusan
Uji Keseimbangan
Motivasi
-1.566
t < -2.00 atau t > 2.00
0.128
Ho Diterima
Uji Keseimbangan
Pretes
-0.130
t < -2.00 atau t > 2.00
0.897
Ho Diterima

 4. Uji Prasyarat Analisis.
      Uji Normalitas
     Uji Normalitas ini dilakukan untuk menguji normalitas  motivasi belajar siswa dan normalitas hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diambil dari skor angket dan hasil postest setelah pembelajaran dan dihitung menggunakan rumus chi-kuadrat, melalui software komputer excel.Hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5.Uji normalitas variabel motivasi dan hasil belajar
Kelompok
Variabel
Keputusan uji
Eksperimen dan
Kontrol
Motivasi
Belajar
4.20
16.80
Normal
Hasil
Belajar
16.51
16.80
Normal


     Uji Homogenitas.
       Uji Homogenitas dilakukan untuk menguji apakah data yang dipergunakan adalah homogen atau tidak, yang dilakukan untuk variabel motivasi dan variable hasil belajar siswa. Datanya diambil dari skor angket dan postest setelah pembelajaran berlangsung dan dihitung dengan menggunakan rumus uji F, melalui software computer excel.Hasilnya dapat dilihat pada table dibawah ini.
Tabel 6. Uji homogentitas variabel motivasi dan hasil belajar
 pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Kelompok
Variabel
Keputusan uji
Eksperimen dan
Kontrol
Motivasi
Belajar
0.65
2.00
Homogen
Hasil
Belajar
0.43
2.00
Homogen


Hasil Analisis Pengujian Hipotesis
Prosedur uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis uji-t dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil rangkuman analisis uji t tampak pada tabel dibawah ini:
Tabel 7.  Uji Hipotesis.
Variabel
thitung
Sig
Keputusan uji
Motivasi Belajar
4.249
0.00
H1  diterima
Hasil  Belajar
7.093
0.00
H1 diterima

            Berdasarkan hasil analisis uji t  pada tabel rangkuman diatas tampak bahwa :
            Pertama,  pada variabel motivasi belajar, diperoleh bahwa harga statistik uji t hitung = 4,249 dengan nilai sig 0,00 > sig 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh pembelajaran yang menggunakan TIK pada kelompok eksperimen terhadap motivasi belajar. Adapun pengaruhnya adalah lebih baik.
            Kedua, pada variabel hasil belajar, diperoleh bahwa harga statistik uji t hitung = 7,093 dengan nilai sig 0,00 > sig 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh pembelajaran yang menggunakan TIK pada kelompok eksperimen terhadap hasil belajar. Adapun pengaruhnya adalah lebih baik.
Pembahasan
Selama ini pembelajaran matematika di  SMK Negeri 2  Tebing Tinggi menggunakan modul yang telah ada dan dibuat oleh beberapa guru bidang studi matematika. Namun tingkat motivasi siswa selama mengikuti pembelajaran berlangsung masing terasa kurang bersemangat sehingga juga turut mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa. Siswa masing cenderung hanya datang, duduk dan diam selama pembelajaran berlangsung atau malahan bagi beberapa anak pembelajaran terasa membosankan sehingga cenderung bertingkah negatif. Untuk itulah peneliti mencoba melakukan penelitian dengan mencoba merubah media pembelajaran pada kelas eksperimen menjadi menggunakan media TIK sedangkan pada kelas kontrol tetap menggunakan media modul, dengan beberapa variabel yang terkontrol yaitu dimana materi yang dipelajari , model pembelajaran , soal tes  dan guru adalah  sama. Sedangkan variabel yang tidak terkontrol meliputi waktu belajar siswa diluar jam sekolah dan pengaruh lingkungan diluar sekolah.
Pada kelas yang menjadi kelas eksperimen, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang terdiri dari  penggunaan Laptop/komputer dan Infocus/proyektor untuk menampilkan informasi kepada keseluruhan siswa secara klasikal baik berupa cerita/video motivasi diawal pembelajaran maupun pada saat penyampaian materi pembelajaran yang sudah ditulis dalam bentuk MS.Power Point. Selanjutnya penggunaan Internet untuk menggali materi dan latihan lebih jauh yang dapat dilakukan siswa secara mandiri atau bersama guru dan siswa. Sedangkan pada kelompok kontrol sebagai kelas pembanding menggunakan media yang telah biasa dilakukan selama ini yaitu menggunakan media Modul, dimana diawal pembelajaran guru juga mencoba untuk memotivasi siswa secara verbal. Selanjutnya menyampaikan materi secara langsung dengan menggunakan Modul sebagai sumber materi dan latihan siswa.
Pembelajaran yang menggunakan TIK pada kelas eksperimen dimulai dengan memberikan motivasi berupa tanyangan video atau cerita motivasi sebagai usaha guru untuk memotivasi siswa agar bersemangat dalam pembelajaran terutama pembelajaran matematika. Selanjutnya guru menyampaikan materi pembelajaran menggunakan metode direct instruction dengan menampilkan slide materi dalam bentuk MS.Power Point yang dirancang sendiri oleh guru. Kemudian guru mencoba membimbing siswa yang kurang mengerti dalam materi dan latihan yang diberikan sehingga siswa secara keseluruhan dapat memahaminya. Langkah  selanjutnya guru mengajak siswa untuk mencari materi dan latihan lebih jauh melalui dunia maya/internet. Disini siswa dapat dengan sendiri atau dibantu guru mencari materi latihan yang sesuai dan membahasnya. Diakhir pembelajaran bersama siswa mencoba menyimpulkan materi yang didapat pada hari itu serta memberi penugasan kepada siswa dengan mencari bahan materi selanjutnya terlebih dahulu untuk dibahan dipertemuan selanjutnya. Dari deskripsi data nampak bahwa pembelajaran yang menggunakan TIK pada kelas eksperimen lebih tinggi hasilnya dibandingkan pada kelas yang menggunakan media modul pada kelas kontrol.
Pengaruh pembelajaran yang menggunakan media TIK terhadap motivasi dan hasil belajar logika matematika.
Dalam kerangka pendidikan formal, motivasi belajar menjadi salah satu faktor penyebab keberhasilan suatu program pendidikan. Dengan tindakan tentang persiapan mengajar, pelaksanaan belajar mengajar, maka guru harus menguatkan motivasi belajar siswa. Sebaliknya, dilihat dari segi emansipasi kemandirian siswa, motivasi belajar semakin meningkat pada saat tercapainya hasil belajar. Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan, siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula.
Mengingat pentingnya motivasi terhadap peningkatan belajar siswa maka guru hendaknya membangkitkan motivasi belajar siswa karena tanpa motivasi belajar, hasil belajar yang dicapai akan minimum sekali. Motivasi belajar pada siswa dapat menjadi lemah, lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu hasil belajar akan menjadi rendah.
Dalam tujuan pembelajaran atau sering juga disebut dengan tujuan pendidikan, hasil belajar merupakan suatu hal yang paling pokok, karena berhasil tidaknya tujuan pembelajaran tergantung dari hasil belajar siswa. Berhasilnya siswa merupakan bagian dari berhasilnya tujuan pendidikan artinya bahwa apabila hasil belajar siswa yang bagus sudah barang tentu tujuan pendidikan juga berhasil dan sebaliknya apabila hasil belajar siswa kurang baik maka tujuan pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. Pentingnya hasil belajar dapat dilihat dari dua sisi yakni bagi guru maupun bagi siswa dalam pengelolaan pendidikan pada umumnya dan khususnya mengenai tujuan dari pendidikan.
Pembelajaran yang menggunakan TIK sebagai media pembelajarannya terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa, khususnya pada materi logika matematika karena materi logika matematika adalah materi yang secara khusus mempelajari tentang pengembangan kemampuan menalar siswa dalam memecahkan masalah baik dalam bidang matematika sendiri maupun dalam bidang sains, hukum dan bidang lainnya. Dalam mempelajari logika matematika, pembahasan dimulai dari pengertian pernyataan dan bukan pernyataan, bentuk logika sampai metode-metode yang digunakan dalam menarik kesimpulan. Untuk itulah pembelajaran yang menggunakan media TIK memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan media modul. Itu artinya pembelajaran yang menggunakan media TIK memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.

Simpulan dan Saran
Dari hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan  dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Pembelajaran yang menggunakan media TIK memiliki pengaruh lebih baik dari pembelajaran yang menggunakan media modul terhadap motivasi belajar matematika. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan jumlah nilai motivasi setelah pembelajaran, kelas yang menggunakan media TIK lebih tinggi dari kelas yang menggunakan media modul. Dengan data nilai rata-rata motivasi kelas yang menggunakan media TIK adalah 80,00; jumlah nilai 2561, sedangkan nilai rata-rata motivasi kelasyang menggunakan media modul adalah 73.00; jumlah nilai 2351 .(2) Pembelajaran yang menggunakan media TIK memiliki pengaruh lebih baik dari pembelajaran yang menggunakan media modul terhadap hasil belajar matematika. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan jumlah nilai hasil belajar setelah pembelajaran, kelas yang menggunakan media TIK lebih tinggi dari kelas yang menggunakan media modul. Dengan data nilai rata-rata hasil belajar kelas yang menggunakan media TIK adalah 76,00; jumlah nilai 2443, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas yang menggunakan media modul adalah 48.00; jumlah nilai 1650.
Sebagaimana dalam kesimpulan di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran materi logika matematika dengan menggunakan TIK sebagai media pembelajaran menghasilkan motivasi dan hasil belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan motivasi dan hasil belajar yang menggunakan Modul sebagai media. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan TIK dapat dipakai sebagai alternatif dan referensi para guru matematika pada materi logika matematika dalam rangka meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Pembelajaran dengan menggunakan TIK  membuat siswa lebih mudah memahami dan mengingat bahan pelajaran, sebab dalam proses pembelajaran  guru  memberikan animasi yang menarik sehingga siswa merasakan pembelajaran itu menyenangkan, kreatif dan menarik. Dari hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan media TIK dalam pembelajaran sangat berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Seorang guru matematika sebaiknya berusaha menyajikan pembelajaran secara kreatif dan menarik untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga pada akhirnya peserta didik dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Dalam rangka turut menyumbangkan pemikiran yang berkenaan dengan peningkatan hasil belajar matematika disarankan: (1). Kepada Guru. a) Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika pada materi logika matematika  hendaknya menggunakan media yang kreatif dan menarik sehingga siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti setiap pembelajaran, penggunaan media TIK dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif. b) Dalam menggunakan media TIK, guru hendaknya mengadakan persiapan sebaik mungkin, agar proses pembelajarannya dapat berlangsung dengan lancer sesuai dengan tujuan yang diharapkan. c)Hendaknya guru matematika berusaha meningkatkan kemampuan penggunaan TIK dalam pembelajaran dan mau mencoba penggunaannya untuk mengajar topik-topik matematika, dan selanjutnya mau melakukan refleksi agar mendapatkan hasil yang optimal. (2) Kepada Siswa. a) Sebaiknya siswa mengikuti dengan aktif jalannya pembelajaran dan selalu memperhatikan serta menghargai setiap penjelasan, pertanyaan atau jawaban yang disampaikan oleh guru dan  siswa lain. b) Sebaiknya para siswa sebelum kegiatan pembelajaran matematika berlangsung, hendaknya telah mempelajari terlebih dahulu materi pembelajaran supaya dapat dengan mudah memahami materi tersebut.
(3) Kepada Kepala Sekolah. a) Hendaknya para Kepala Sekolah menyarankan kepada guru matematika, agar dalam mengajar dapat memperoleh hasil yang optimal harus dapat memilih media yan tepat dan menarik, salah satunya adalah menggunakan media TIK. b) Agar proses pembelajaran matematika dengan menggunakan media TIK dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil belajar yang optimal, sebaiknya para Kepala Sekolah menyediakan kelas yang dilengkapi sarana dan prasarana TIK serta dapat terakses internet. (4) Kepada Dinas Pendidikan/BAPPEDA. a) Selama ini pembelajaran di SMK dianjurkan untuk menggunakan modul. Dari hasil penelitian ini hendaknya dinas pendidikan mengupayakan pelatihan bagi guru bidang studi dalam pembuatan Modul berbasis TIK, agar guru bidang studi menjadi lebih profesional.b) Hendaknya dinas pendidikan dan bappeda dapat terus mengadakan pelatihan dan perlombaan pembuatan karya tulis bagi guru, agar guru senantiasa mau mencoba melakukan perubahan yang lebih baik dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (5) Kepada Pemerintah disarankan melakukan kebijakan percepatan sambungan layanan internet yang luas dan murah secara nasional sehingga kesenjangan digital dapat diatasi.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Poetri, (2011), Pengertian Modul ( dalam media Pembelajaran PAI). [Online]. Tersedia: http://aliranim.blogspot.com/2011/02/. [15 Maret 2011].

Dimyati dan Mujiono, (2002), Belajar dan Pembelajaran. Asdi Mahasatya: Jakarta.

Fakhrurrozi, H, (2006), Menyoal paradigma Mutu Pendidikan Indonesia.  [Online] Tersedia : http://izoruhai.wordpress.com/2006/12/09/..[9 Maret 2011].

Hadi L, Satria, (2009), Total Motivation. Pro-you: Yogyakarta.

Hamalik, Oemar, (2006), Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara: Bandung.

Hammad, (2009), Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. [Online]. Tersedia: http://h4mm4d.wordpress.com.  [13 April 2010].

Nia-Rusva, (2010), Potret Kompetensi Guru IPA dalam Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran di tingkat SMA Jakarta Pusat. Ringkasan. [Online]. Tersedia: http://directory.umm.ac.id. [15 Maret 2011].

Munawar, Indra, (2009), Hasil Belajar (Pengertian dan Definisi). [Online]. Tersedia: http://Indramunawar.blogspot.com//2009/06/. [15 Maret 2011].

Repository (2011), Peningkatan kemampuan pemahaman, pemecahan masalah dan disposisi....[Online].Tersedia:http//repository.upi.edu/operator/upload/d_mtk_0707260_chapter1.pdf.[ 25 Mei 2011]

Riyanto, Y, (2009), Paragdima baru pembelajaran: Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Kencana: Jakarta.

Rulam, (2009), Peranan Teknologi Informasi dalam kegiatan Pembelajaran. [Online].Tersedia: http://www.infodiknas.com. [15 Maret 2011].

Santyasa, (2009). Metode Penelitian dan Pengembangan Modul. [Online]. Tersedia : http:///www.freewebs.com/santyasa/pdf2/METODE_PENELITIAN.pdf.[19 Juni 2011]

Slameto, (1991), Belajar dan faktor-faktor yang mempegaruhinya. Bumi Aksara: Jakarta.

Sudrajat, A, (2008), Teori-teori Motivasi. [Online].Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/. [15 Maret 2011].

Sudrajat, A, (2008), Media Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12. [15 Maret 2011].

Sukastomo, (2005),  Uji Kemampuan Sekolah. [Online]. Tersedia: http://suaramerdeka.com/harian/0508/01101/opi03.htm.  [10April 2011].

Syoadih S, Nana,(2005), Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Rosda: Bandung.

Trianto, (2009), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Prenada: Jakarta.

Uno, Hamzah B, (2008), Teori Motivasi dan Pengukurannya. Bumi Aksara: Jakarta.



No comments:

Post a Comment