Guru yang Kharismatik Seperti Apakah?



Tidak bisa dipungkiri, berhasil atau tidaknya program pendidikan dominan dipengaruhi oleh factor guru. Kurikulum jelek sekalipun ditangan guru yang baik akan bagus hasilnya, sebaliknya sebagus apapun kurikulum hasilnya jadi ambaradul bila dijalankan oleh guru yang tidak kompeten. Demikian juga guru yang baik menggunakan pendekatan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa sehingga pencapaian siswa menjadi optimal.


Namun tidak cukup pengetahuan dan keterampilan mengajar saja yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kepribadian, sikap dan tingkah laku juga mempengaruhi. Dan seorang guru akan lebih berhasil lagi kalau ia tampil kharismatik.

Guru yang kharismatik, tanpa berbicaradan tanpa melakukan sesutupun, orang dan siswa telah mengaguminya. Apalagi ketika ia berbicara orang-orang akan  memperhatikan dengan seksama, seolah-olah tidak mau melewatkan satu katapun yang terucap dari mulutnya. Seprti itulah mereka yang memiliki kahrisma yang kuat.

Guru yang kharisatik atau mempunyai  karisma yang kuat setidaknya memilki wawasan yang luas dan menguasai keilmuan yang mendalam. Wawasan yang luas memuat ia dapat beradaptasi dengan cepat dalam lingkungan dan kondisi apapun. Keilmuan yang dalam dapat menempatkan  pembicaraan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang valid. Sehingga apa yang dilakukan dan apa yang disampaikan dapat diterima dan dipahami semua orang.

Tuntutan sebagai seorang guru sebagai sumber ilmu adalah dapat mentransfer pengetahuan dan keilmuan kepada siswa. Dan ini bukan pekerjaan yang mudah. Lalu  bagaimana agar ini berhasil. Hal pertama yang  perlu dikembangkan adalah kepribadian agar menjadi seorang guru yang kharismatik.
Dengan bekal keilmuan  dan wawasannya, pribadi  yang kharismatik dapat menjadi magnet yang dapat menarik perhatian orang khususnya peserta didik. Nah berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi pribadi yang kharismatik.

1.    Prilaku yang Sejalan dengan Tujuan
 

Tujuan yang jelas merupakan dasar bagi seseorang untukmencapai apa yang diharapkannya. Tujuan seorang guru adalah menebarkan kebaikan.olehkarena itu diharapkan seorang guru memiliki prilaku sejalan dengan tujuannya.
Menyelaraskan prilaku dengan tujuan dapat membantu seseorang untuk dipercaya oleh orang lain. Dengan demikian kepribadian guru akan lebih kuat dan sesuai dengan yang diharapkan setiap orang.

2.    Prilaku yang Bisa Dibanggakan
 
Kepercayaa diri  merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi  prilaku positif. Kepercayaan diri merupakan rasa bangga yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang menumbuhkan keyakinan kuat saat menghadapi sebuah dilemma dalam menentukan sikap.
Dengan sikap yang etik maka akan muncul sikap atau prilaku yang bisa dinaggakan. Dengan demikian, kepercayaan diri meningkat dan guru dapat melakukan hal-hal positif yang bermanfaat.

3.    Sabar dan Penuh Keyakinan
 
Kesabaran akan menolong seseorang untuk bisa tetap memilih prilaku yang terbaik dalam jangka panjang. Kesabaran juga menghindarkan seseorang dari jebakan hal-hal buruk yang terjadi secara tiba-tiba.
Sifat sabar dan prilaku sabar yang didukung dengan keyakinan akan menimbulkan citra diri yang sempurna. Sifat dan sikap seperti itu selalu mendatangkan respon positif dari orang lain sehingga seorang guru menjadi pribadi yang memikat.

4.    Teguh Pendirian
 
Berprilaku baik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pribadi yang charisma itu mempunyai ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakan.
Cita-cita adalah harapan yang dibangun melalui proses yang diperjuangkan. Keteguhan menjalani prose situ yang membuat seseorang menjadi lebih kharismatik dan mampu memikat orang lain.


5.    Konsisten
 
Seorang guru harus menjaga prespektif. Prespektif mengajak seseorang untuk melakukan refleksi  dan melihat hal-hal lebih jernih sehingga bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menunutun prilaku sendiri.

Dengan  melihat kenyataan tersebut, seorang guru akan dapat mengerti dan memahami bahwa konsisten pada hal-hal yang baik akan menciptakan situasi yang membahagiakan. Ketika orang lain menerima bias menerima bias kebahagiaan kita, maka ia akan datang pada kita dengan penuh kegembiaraan pula.


Kharisma seseorang tidak muncul begitu saja. Tapi harus dibangun sejak dini dengan prilaku-prilaku yang baik secara konsisten. Prilaku-prilaku yang baik ini hanya akan dapat dilakaukan oleh orang-orang secara konsisten mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk mencapai kebaikan. Capaian kebaikan inilah yang akan memencarkan cahaya kharismatik.
Catatan:
1.Sebagian  Gambar diambil dari google
Materi di kutip dari : Silviana Mardiana "Ilmu Publik Speaking untuk Guru" Araska Publisher Yogyakarta( Halaman 10 -15)


No comments:

Post a Comment