PERJALANAN HAJI PERJALANAN KEHIDUPAN ANAK MANUSIA


Judul Buku                : Rindu
Penulis                       : Tere-liye
Penerbit                     : Republika
Tahun terbit              : 2014
Jumlah halaman        : 544 halaman

Cerita dalam buku ini berlatar pada sebuah kapal penumpang BLITAR HOLLAND yang mengangkut jemaah Haji Indonesia ke kota suci Mekah tahun 1938. Zaman penjajahan belanda. Ketika itu perjalan ke Mekah pulang balik memakan waktu 9 bulan. Kapal yang panjangnya 136 meter dan lebar 16 meter memulai perjalanan tanggal 1 Desember 1938 dengan pertama singgah mengambil penumpang di Pelabuhan Makasar. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Surabaya memungut penumpang, seterusnya ke Semarang dan Betawi (Jakarta). Dari Jakarta Kapal Belanda itu akan menyinggahi Lampung, Padang dan terkhir di Banda Aceh untuk selanjutnya menuju tanah suci.
Semua cerita yang yang digambarkan novel 544 halaman ini terjadi selama perjalanan dari Makasar ke Mekah. Tokoh yang terlibat dan menjadi tokoh sentral adalah Ahmad Karaeng. Ulama termashur ketika itu di Makasar dan biasa dipanggil dengan Gurutta. Penupang berikutnya adalah Daeng Andipati. Pedagang terkaya di Makasar.  Ia pergi ke Mekah dengan membawa istri dan dua anaknya yang masih remaja Anna dan Elsa. Tokoh lainnya adalah kelasi yang baru direkrut  ketika kapal singgah di Makasar Ambo Uleng. Berikut adalah seorang  perempuan keturunan  China muallaf yang  cantik berumur sekitar 40-an bernama Bonda Upe.
Tokoh-tokoh yang disebutkan diatas punya permasalah tersendiri ketika naik kapal, disamping pertanyan-pertanyaan kehidupan yang menyesak di benak mereka yang selama ini tidak terjawab. Dalam perjalanan selama berbulan-bulan  dalam kapal ini satu persatu permasalahan dan pertanyaan yang mengganggu ketenangan hidup mereka akhirnya menemukan jawabannya.
Ahmad Kareang yang merupakan tokoh sentral sebenarnya juga terganggu oleh permasalahan yang perlu jawaban. Ulama tua itu ketika masuk kapal saja hampir tidak diizinkan oleh serdadu Belanda yang bertugas sebagai penjaga keamanan. Sersan Lukas sang komandan masih truma dengan pemberontakan kerajaan Gowa yang menewaskan ribuan tentara belanda. Pemberontakan itu menurut nya dipicu oleh hasutan seorang ulama terkenal Sekh Yusuf. Dan ia cemas kalau nanti Ulama tua ini menghasut penompang pula untuk membrontak  dalam kapal. Tapi ketika Ulama itu memperlihatkan surat dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda ketika itu  De Jonge, terpaksa ia membiarkan orang tua itu naik kapal.
Dalam kapal Ahmad Karaeng yang selalu dipanggi Guruta oleh semua penumpang mengornisir kegiatan sehari-hari agar hari-hari berlalu dengan bermanfaat dan sekaligus menambah pengetahuan penumpang. Maka ia dengan dibantu oleh Daeng Andipati membentuk majelis pengajian untuk jamaah. Untuk anak-anak dibuatkan sekolah untuk menggantikan sekolah mereka yang terputus selama perjalanan. Demikian pula pengajian al-quran disore hari juga untuk anak-anak. Yang bersedia menjadi guru membaca al-Quran adalah Bonda Upe.
Cobaan yang pertama mereka alami adalah ketika singgah di Surabaya. Sementara  jemaah haji dari surabaya masuk, penumpang dari Makasar diberi kesempatan untuk keluar dari kapal. Daeng Andipati menggunakan kesempatan itu untuk pergi ke pasar membeli pakaian untuk anaknya Elsa yang kebetulan koper pakaiannya tidak ditemukan. Malang ketika itu di pasar tempat mereka berbelanja diserang oleh pejuang kemerdekaan. Dalam kerusuhan itu Elsa hilang. Semua yang dalam kapal berusaha membantu menemukan kembali, namun anak bungsu pedagang kaya itu tidak ditemukan. Dan disaat mereka sudah putus asa, Ambo Uleng kelasi baru nampak berjalan terhuyung-huyung menggendong anak yang hilang. Karena peristiwa ini nantinya hubungan Andipati menjadi sangat akrab dengan kelasi pendiam itu.
Bonda Upe, guru menngaji dalam kapal, tidak seperti penumpang-penumpang lainnya. Ia hanya keluar sore hari untuk mengajar anak-anak membaca al-quran. Ia tidak ikut berjemaah di musallah yang ada di kapal. Bila jam makan tiba ia tidak makan dikantin umum yang disediakan dikapal baik pagi waktu sarapan, atau siang maupun pada waktu makan malam. Dan ini menjadi tanda tanya bagi jemaah lainnya. Dan permasalahan baru terkuak ketika kapal jemaah haji itu singgah di jakarta, dan mereka makan berombongan di kota. Seorang mengenali Bonda Upe dengan panggilan Ling ling, rupanya beberapa tahun sebelumnya ia bekerja di Batavia sebagai wanita penghibur. Jadi selama ini ia menyemburnyikan diri dalam kabinnya di kapal dan tidak mau bergabung dengan peumpang lain karena takut dikenali. Setelah semuanya terkuak, ia sangat sedih dan mengurung diri di kabin dan tidak mau keluar lagi untuk mengajar mengaji bahkan tidak mau makan. Dia mulai ragu apakah perjalanannya tidak percuma ke tanah suci Mekah, apakah Tuhan akan mau menerima hajinya. Dengan sabar suaminya berusaha membesarkan hatinya demikian juga Garuta berusaha membantu pemulihan jiwanya.
Guruta mengatakan bahwa apakah haji kita diterima atau tidak itu urusan tuhan, Tidak seorang pun yang tahu. Kita hanya bisa berharap akan ampunanNYA. Guruta menambahkan ada sebuah hadis yang bercerita. Seokor anjing hampir mati kehausan. Kemudian datanglah seorang wanita pelacur dari bani Israil. Perempuan itu mengambil air dari sumur dengan sepatunya kemudian memberrikan pada anjing itu. Maka diampunkanlah dosa perempuan itu lanataran perbuatannya.
Mengenai masalalu, adalah bagian dari hidup.  Kita harus bisa berdamai dengannya. Kita tidak harus lari darinya  “Ketahuilah, semakin keras kau berusaha lari, maka semakin kuat cengkeramannya. Semakin kencang kau berteriak melawan, maka semakin kencang pula gemanya memantul, memantul, dan memantul lagi memenuhi kepala.” Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu.
Nak, saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar. Maka, tidak relevan kalau kita selalu memikirkan penilaian orang lain. Kitalah yang tahu persis perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri. Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada setiap orang bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu.  “
Bonda Upe merasa lega dengan wejangan Guruta ini. Semenjak itu ia tidak lagi menyembunyikan diri. Ia berdiri tegar menghadapi kehidupan ini. Terjawab sudah satu masalah.
Suatu malam yang gelap ketika Daeng Andipati melewati lorong kapal. Tiba-tiba dari kegelapan muncul sesosok bayangan lansung menyerang saudagar itu dengan sebilah pisau. Serangan pertama berhasil melukai tangannya dan menyebabkan orang terkaya di Makasar itu jatuh dan sang penyerang siap untuk menghabisinya. Namun tuhan masih menyelamatkan jiwanya. Disaat yang kritis itu Ambo Uleng muncul dan berhasil melumpuhkan dan menghajar penyerang.
Berdasarkan intograsi petugas keamanan kapal diketahuilah bahwa orang yang ingin melenyapkan nyawa saudagar kaya itu adalah bekas tukang pukul bapaknya yaitu Gory Jagal. Dari peristiwa ini terkuak  bahwa  Daeng Andipati di luar nampak begitu sempurna, gagah, kaya; meemilki segalanya, istri cantik anak yang sehat, harta berlimpah. Namun kenyataannya hidupnya tidak bahagia. Semenjak remaja ia memendam kebencian yang mendalam terhadap almarhum ayahnya. Ayahnya seoran pengusaha sukses , namun menurut pandangannya, ayahnya tak lebih dari seorang bajingan. Ia menjalankan bisnisnya dengan culas dan licik. Ia tidak segan-segan berbuat curang untuk mendapatkan sesuatu. Ia sengaja menjerat orang dengan hutang, kemudian mengambil paksa harta benda mereka. Ayahnya memelihara banyak tukang pukul. Mereka diminta untuk menghajar dan bahkan menghabisi mereka yang dikehndaki.
Gori Penjagal adalah kepala tukang pukul bayaran bapaknya. Suatu kali Gori gagal menjalankan perintah, orang tua itu marah besar dan mengusirnya. Gori menyembah-nyembah minta maaf dan minta diberi sekali lagi kesampatan karena ia punya istri yang baru melahirkan untuk dinafkahinya. Namun Daeng Patoto bapak Daeng Andipati ini tetap menghukumnya tanpa ampun. Ia menyuap banyak tentara Belanda agar Gori bisa dijebloskan ke Penjara. Lelaki tukang pukul ini mendekam di penjara sepuluh tahun. Ketika ia dipenjara bayinya meninggal.
Yang paling menyakitkan hatinya Daeng Andipati, orang tuanya itu suka melakukan kekerasan terhadap ibunya bahkan kepada anak-anaknya. Karenanya Daeng Andipati bersaudara, satu persatu meninggalkan rumah dan pergi mencari hidup sendiri. Daeng Andipati pergi merantau ke Jawa. Kemudian pergi ke Belanda melanjutkan kesekolah bisnis yang terkenal. Sepeserpun tanpa biaya dari orang tua yang sangat dibencinya. Demikian juga ketika memulai usaha, ia mengharamkan untuk dapat bantuan  sang ayah.
Ambo Uleng ikut berlayar dengan motivasi yang berbeda dengan penumpang lainnya. Dia ingin meninggalkan Makasar sejauh mungkin. Karena cintanya kandas, tidak diterma oleh orang tua gadis yang dicintainya. Orang tua sang gadis sudah terlanjur berjanji dengan seorang ulama dan bangsawan terkenal untuk menjodohkannya dengan murid terbaik ulama tersebut. Dan dalam kapal ia berjumpa dengan Guruta dan mereka akhirnya akrab. Di kapal pada waktu senggangnya ia mulai belajar membaca al-quran dan sholat. Guruta menjadi pembimbing spritualnya dan menganggapnya sebagai murid.
Ahmad Karaeng, yang biasa dipanggil guruta bukan tidak ada masalah. Cinta pertamanya kandas. Ketika muda ia nyantri di Aceh di pesantren Syekh Raniri. Tujuh tahun ia belajar disana. Setelah selesai dia akan melanjutkan pelajarannya ke Yaman. Sebelum berangkat gurunya itu akan menjodohkannya dengan anak kandungnya Cut Keumala. Namun nasib berkata lain, cintanya kepada gadis Aceh yang cantik jelita itu kandas dengan menyedihkan. Beberapa hari sebelum mereka menikah Belanda menyerbu Aceh. Guru dan anak gadisnya itu serta ratusan santri lainnya gugur sebagai suhada.
Di kapal, disamping membina jemaah, Ahmad karaeng menggunakan waktunya untuk menulis buku. Namun sebenarnya Ahmad Karaeng sendiri memiliki peroblem kejiwaan sendiri. Ia menulis ratusan buku tentang dakwah dan juga tentang keberanian bagi anak bangsa untuk merebut kemerdekaan. Namun jauh dalam lubuk hatinya ia mempertanyakan, apakah ia punya nyali untuk berjuang seperti yang ditulisnya itu. Ia merasa sebenarnya ia bukanlah seorang pemberani. Dan ini akhirnya mendapat ujian ketika dua hari setelah meninggalkan pelabuhan Kolombo kapal dibajak oleh perampok Somalia. Dan perjalanan kapal akan dibelokkan dari seharusnya ke Mekah diorbah ke Somalia.
Ketika kejadian itu Ahmad karaeng atau guruta sedang menghuni sel penajara di kapal. Sersan Lukas menemukan salah satu buku  yang ditulis oleh ulama itu berjudul “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa” Kapten belanda yang tak kenal kompromi itu menuduh guruta sedang mempersiapkan pemberontakan kepada pemerintahan Hindia Belanda.
Perompak Somalia yang sudah berpengalaman itu hanya butuh setengah jam untuk melumpuhkan aparat keamanan di kapal yang dikomandoi oleh sersan Lukas. Diantara seratus kelasi kapal, hanya Ambo Uleng dan kepala koki Chef  Lars yang berpengalaman menghadapi situasi seperti itu. Mereka sudah beberapa kali menghadapi perompak. Mereka berdua akan mengatur perlawanan pembebasan kapal dari ruang bawah tempat Guruta di tahan. Dengan beberapa serdadu Belanda mereka mendiskusikan serangan balik. Nah disinilah nyali Guruta atau Ahmad Karaeng diuji.
“Ini berisiko, kau bisa mencelakakan puluhan penumpang bahkan ratusan jika renacana itu gagal” Begitulah antara lain argumen ulama besar itu menunjukkan kekhawatirannya. Namun Ambo Uleng terus mendesaknya,
“Guruta, kita tidak akan pernah bisa meraih kebebasan kita tanpa peperangan! Tidak bisa. Kita harus melawan. Dengan air mata dan darah Aku tahu sejak kejadian di Aceh, meninggalnya Syekh Raniri dan Cut Keumala, Guruta berjanji tidak akan  menggunakan kekerasan lagi. Melawan lewat kalimat lembut, tulisan-tulisan menggugah, tapi kita tidak bisa mencabut duri dari kaki  kita dengan cara itu. Guruta, kita harus mencabutnya dengan tangan. Sakit memang, tapi harus dilakukan” Itulah antara lain argumen Ambo Uleng untuk meyakinkan gurunya itu. Adakalanya kemungkaran harus dikalahkan dengan pedang.
Setelah Garuta berhasil diyakinkan, maka dibuatlah surat edaran yang diedarkan secara rahasia kepada penumpang. Dengan strategi yang jitu dan pengaruh Ulama Kharismatik itu akhirnya kapal dapat dikuasai kembali.
Cerita dalam novel ini ditutup denan Happy ending. Setelah sembilan bulan dalam perjalanan bolak balik dari tanah air ke Mekah, mereka sampai ke tanah air dengan selamat. Daeng Andipati telah memaaf kan ayahnya, dia mengajak seluruh saudar-saudaranya untuk  ziarah ke kuburan bapakmereka yang selama ini mereka benci. Lebih beruntunng lagi nasib Ambo Uleng. Ulama yang berjanji untuk menikahkan murid kesayangannya dengan kekasihnya itu adalah Ahmad Karaeng. Dan murid kesayangannya adalah Ambo Uleng sendiri
Ahmat Karaeng ketika perjuangan kemedekaan tak lama setelah itu aktif mendorong dan menkordinir perjuangan mengusir penjajah dari tanah air..
Materi cerita dalam novel ini hanyalah kegiatan sehari-hari dalam kapal, namun karena pengarang bertutur dengan handal, maka terasa tidak membosankan. Cerita ini sangat bagus bagi mereka yang menyukai philosofi kehidupan ini. Karena banyak permasalahan-permasalahan yang sebenarnya kita hadapi adalam hidup ini menemukan jawabannya disini.





PENDONGENG


Seorang penggosip bercerita tentang orang lain
Pembual bercerita tentang dirinya
Sedangkan Pendongeng menceritakan imajinasinya
Waktu saya sekolah SMA puluhan tahun yang lalu, saya dan beberapa orang kawan sering bertandang  kerumah seorang teman. Kami kesana bukannya pergi belajar seperti layaknya anak sekolah. Kami datang kerumah teman itu karena Bapaknya suka bercerita. Dan yang lebih menyenangkan lagi kami yang pendengar cerita itu disuguhi makanan-makanan enak seperti mie rebus dan camilan lainnya.
Bapak teman kami itu tidak pernah kehabisan cerita. Ada-ada saja ceritanya. Dan ia tidak pernah mengulang cerita yang sama. Dan kadangkala kami datang seperti mendengarkan cerita bersambung.
Materi dari ceritanya rata-rata (katanya) pengalamannya ketika perjuangan kemerdekaan dan juga ketika ia turut berperan aktif menumpas pemberontakan PRRI. Saya masih ingat salah satu dari ceritanya itu adalah pengalamannya merebut sebuah bukit yang di duduki pemberontak PRRI seorang diri.
Dia datang ke bukit itu dengan mengendarai Motor fit (Sejenis Harley davitson. Bangkai motor itu masih ada di bawah rumah panggungnya). Dari atas bukit puluhan pemberontak memberondongnya dengan tembakan gencar. Meskipun begitu ia tetap melaju dengan gerakan zig-zag kebukit itu. Ketika sampai di dinding bukit dengan tangkas ia menyadarkan motornya pada dinding bukit kemudian ia merayap memanjat bukit itu. Melihat keberaniannya ini, pemberontak yang bertahan di sana pada lari ketakutan meninggalkan posisinya.
Masih banyak lagi cerita serunya. Seorang teman mengomentari, kalau cerita bapaknya si Azim itu dijadikan film, mungkin lebih seru dari film-film barat yang dibingangi Roger More (Bintang film barat yang terkenal saat itu)
Dalam pergaulan sehari-hari kita sering menjumpai orang  pintar bercerita ini. Kadangkala orang menyebutnya pembual, karena orang tidak yakin dengan apa yang diceritakanya. Tetangga saya seorang buruh, hampir setiap malam datang ke Pos Ronda dan sering bercerita tentang pengalamannya  berkelahi dengan sesama buruh dan juga preman. Seluruh preman-preman yang terkenal di Pekanbaru ini sudah pernah dikalahkannya dalam perkelahian. Dalam perkelahian yang ia ceritakan, ia selalu menghadapi keroyokan 4 sampai 5 orang. Secara detail ia menggambarkan gerakan-gerakan dalam perkelahian itu. Dan ia selalu menang dan yang mengeroyoknya kalah babak belur.
Namun tetangga saya ini nasibnya tidak baik, pada akhirnya pengunjung Pos Ronda tidak mau lagi mendengar ceritanya. Pasalnya ketika ada konflik  dengan orang luar yang mencoba mengganggu kampung kami, beberapa orang bergegas  memanggilnya untuk menghadapi pengacau itu. Namun diluar dugaan ia lari dan menghilang. Tidak sesuai dengan yang selama ini diceritakannya. Akhirnya ia dapat gelar Akak Pasar Lengang. (Jagoan di tempat yang sepi)
Dalam khasanah sastra dunia kita mengenal juga pendongeng seperti disebutkan diatas. Seorang remaja Jerman yang berasal dari keluarga berantakan  tertangkap karena mencopet. Di dalam Penjara ia rutin bercerita kepada siapa saja yang mendengarnya. Tentang petualangannya di Benua Amerika yang baru diketemukan. Dia yang belum pernah keluar dari tempat kelahirannya itu. Namun  menceritakan petualangannya bekelahi dengan para penjahat dan orang-orang Indian serta binatang-binatang buas di benua baru itu. Senjata andalannya adalah senapan pembunuh beruang. Begitu pintar ia bercerita sehingga kalau malam hari tiba, para penghuni sel berkumpul mendengar ceritanya.
Semua yang mendengarkan cerita itu tahu, bahwa certia petualangannya itu omong kosong saja. Ia begitu muda, miskin, mana mungkin pergi ke Amerika dan berpetualang. Namun karena cerita mengasikkan, orang rela mendengarkan ceritanya.
Pada suatu malam, kawan satu selnya berkata padanya. “Kalau cerita kamu itu kamu tuliskan, pasti akan banyak yang menyukainya” Pemuda itu termenung mendengar saran teman satu selnya itu. Berhari-hari ia memikirkan. Kemudian ia mulai menulis cerita. Nantinya pemuda ini sangat dikenal di seluruh Dunia dengan cerita petualangannya. Saya juga termasuk penggemar ceritanya itu. Dialah DR. Karl May. Dengan tokoh ceritanya Old Shaterhand. Winetou suku Apache. Dan yang lain-lainnya. Dalam riwayat hidupnya dituliskan, kelak ketika ia sudah banyak mendapat uang dari buku-bukunya ia baru mengadakan perjalanan seperti napak tilas, tempat-tempat ia berpetualang seperti imajinasinya itu.

Sayang, Bapak teman saya yang saya ceritakan diatas, demikian juga Buruh tetangga saya, tidak ada yang menyarankan pada mereka untuk menuliskan ceritanya. Kalau ada mungkin cerita-cerita mereka bisa dinikamti oleh generasi ke generasi sekarang ini

TULISAN ILMIAH POPULER

Salah satu karya tulis yang termasuk Publikasi Ilmiah adalah
Tulisan ilmiah Populer.
Istilah Populer digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akrab menyenangkan bagi populus(rakyat).
Agar sebuah tulisan dapat menarik. Ia harus enak dibaca, karena teratur dan lancar bahasanya.
Karya ilmiah popular juga termasuk artikel, adalah sebuah tulisan yang dapat dipahami dan dikenal dengan mudah oleh banyak orang. Umumnya karya ilmiah popular ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Karya ilmiah popular dalam kaitan dengan upaya pengembangan profesi ini merupakan kelompok tulisan yang lebih banyak mengandung isi pengetahuan, berupa ide, gagasan pengalaman penulis yang menyangkut masalah kependidikan yang dituangkan dalam bahasa yang populer dan sederhana.
Karya tulis ilmiah popular merupakan karya tulis ilmiah yang di muat di media masa, atau disiarkan lewat TV, radio ( mediacetak atau elektronik ). Karena dimuat di media massa, dengan pembaca yang beraneka ragam tingkat pendidikan maupun status sosial dan pemahamannya, maka format penulisan dan bahasanya disusun sedemikian rupa sehingga menarik dan mudah dipahami.
Materi tulisannya tetap di tuntut agar mengacu keproses berpikir ilmiah ( ada hal yang dipermasalahkan, ada kajian teori yang relevan, ada pembahasan/ analisis data dan simpulan). Materi tulisannya harus dalam lingkup kependidikan yang tidak terlalu luas, akan lebih baik kalau permasalahan yang ditulis di lingkungan wilayah kerjanya. Agar KTI yang berupa karya ilmiah populer dapat dinilai, sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan sebagai berikut:
A.       Ciri – Ciri Karya Ilmiah Popular
1. Isi sajiannya berupa pengetahuan populer yang ditandai oleh tema ( topic ) yang sedang actual, dan berkenaan dengan masalah pendidikan sekolah.
2. Langkah sajiannya dijiwai dengan cara berpikir ilmiah ( adanya hal yang dipermasalahkan, adanya dukungan teori yang terkait, pembaasan yang menunjukan adanya gagasan penulis, dan simpulan). Atau dapat diterima oleh nalar secara benar dan runtut.
3. Alur penyajiannnya tidak kaku sehingga enak dibaca, mudah dicerna oleh pembaca, tanpa menuntut upaya yang berat untuk memahaminya.
4. Menggunakan bahasa yang sederhana, mudah untuk memahami isi bacaannya oleh pembaca dan segala tingkat pedidikan. Tidak membahas permasalah yang terlalu luas, misalanya “mengatasi masalah pendidikan nasional saat ini” atau bukan bidang pendidikan “ meningkatkan wisatawan asing masuk ke Indonesia” siapkan bahan ( naskah ) yang sering dihadapi dalam dalam tugas keseharian di lapagan, misalanya “strategi mengatasi ketakutan siswa dalam menghadapi ujian nasional”, “keteladanan kepala sekolah dalam menumbuhkan kedisiplinan guru”.
B.            Kerangka Isi ( Sistematika Penulisan )
1.      Judulnya menarik, singkat, jelas, dan menunjukan inti yang terkandung dalam isi tulisan.
2.      Pengantar menjelaskan secara ringkas maksud tulisan tersebut dibuat, tentang apa, alasan ditulis, dan harapan penulis untuk apa tulisan itu.
3.      Isi tulisan yang menyampaikan uraian tentang ide ( gagasan ) penulis yang diharapkan dapat diterima masyarakat karena hal itu masih baru, masuk akal, dan bermanfaat bagi kemaslahatan khusus dunia pendidikan.
4.      Bagian penutup menunjukan harapan penulis tentang manfaat atau penerapan ide (gagasannya)
5.      Perbedaan Kaya tulis Ilmiah Populer Dengan Ilmiah Murni
6.      Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni ( skripsi, thesis, desertasi dan lain-lain) terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah popular ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.
7.      Dari segi topik bahasannya, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat disekitarnya. Berbeda dengan karya tulis ilmiah murniyang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.
8.      Sarana untuk mempublikasikan karta ini hampir tidak ada yang berdiri sendiri secara utuh. Biasanyan dalam suatu media massa, karya ini dipadukan dengan karya tulis non-ilmiah. Karya ilmiah populer dapat kita jumpai pada majalah, koran atau tabloid.

C. Persyaratan Penilaian Karya Tulis Ilmiah Populer

1. Agar mendapat nilai karya ilmiah populer itu harus memenuhi criteria sebagai berikut :
2. Membahas masalah pendidikan sekolah dan belum pernah ditulis.
3. Tulisannya merupakan satu kesatuan, atau apabila tulisannya dimuat secara berseri atau bersambang hanya dinilai sekali.
4. Karya ilmiah populer yang akan diusulkan dapat naskah yang dicopy atau naskah aslinya yang menunjukkan nama media yang memuat karya tersebut, tanggal terbit serta pengesahan dari coordinator pengawas sekolah penulis.
5. Naskah yang disiarkan lewat radio atau televisi naskah siarannya harus diketahui/disahkan oleh pimpinanmedia massa yang menyiarkan atau surat keterangan yang menyatakan bahwa naskah tersebut telah disiarkan pada hari jam tertentu dan lewat media elektronik tertentu, serta disahkan oleh koordinator pengawas sekolah.
6. Media yang paling efektif untuk memnuhi harapan itu adalah mengirimkan karya tulis itu keredaksi media masa atau surat kabar, misalnya suara merdeka, kedaulatan rakyat dan sejenisnya.

(Sumber: Farida Hanum, 2014. Panduan Lengkap Membuat Karya Tulis Penelitian& Non Penelitian untuk Guru)


GARA-GARA SUMBANGAN 2 WARGA NEGARA JEPANG DI SANDERA ISIS


Salah satu berita hangat minggu terakhir ini adalah penyanderaan 2 orang warga Jepang oleh Negara Islam Irak dan suriah. Dan mereka menuntut tebusan 200 juta dolar atau setara dengan Rp 2,5 Triliun. Rupanya penyanderaan ini di picu oleh pernyataan Perdana Mentri jepang Shinzo Abei bahwa dia tidak ragu-ragu mendukung pemusnahan ISIS dan akan mengucurkan dana 200 juta dolar untuk membantu koalisi yang memerangi ISIS.
Mengetahui hal ini ISIS menangkap 2 warga negara Jepang dan meminta tebusan untuk nyawa mereka sebesar yang disumbangkan Sang Perdana Mentri.
Simaklah beritanya.
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengunggah sebuah video yang menunjukkan aksi penyanderaan terhadap dua warga negara Jepang pada Selasa (20/1). Melalui video tersebut, ISIS meminta uang tebusan sebesar 200 juta dolar atau sekitar Rp 2,5 triliun. Mereka memberi waktu 72 jam untuk transaksi tersebut.

Video itu menunjukan bahwa penyanderaan warga Jebang adalah aksi balas dendam mereka terhadap presiden Jepang. "Anda dengan bangga menyumbangkan 100 juta dolar untuk membunuh perempuan dan anak-anak kami, menghancurkan rumah-rumah kaum Muslimin," kata seseorang dalam video dengan logat Inggris sambil mengacungkan sebilah pisau.

Dilansir AP dan Reuters, kemarahan militan itu terkait kunjungan enam hari Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abei di Timur Tengah sejak Sabtu (17/1). Dalam kunjungan itu, Abe menyatakan, dunia akan menderita kerugian besar jika terorisme menyebar di Timur Tengah.
 

Untuk itu ia menjanjikan bantuan non-militer senilai 200 juta dolar untuk membantu negara-negara yang memerangi ISIS. "Tak perlu diragukan, stabilitas Timur Tengah adalah dasar bagi perdamaian dan kemakmuran bagi dunia dan tentu saja bagi Jepang. Aku akan memberi bantuan untuk membangun sumber daya manusia, infrastruktur dan sebagainya," kata Abe di Kairo.

Pemimpin Jepang tersebut juga menekankan perlunya pertumbuhan ekonomi di Timur Tengah. Menurutnya militan kerap menggunakan isu-isu seperti pengangguran dan sekolah yang diabaikan untuk menarik anggota baru.

ISIS telah berulang kali melakukan pemenggalan dan penembakan mati ratusan sanderanya. ISIS pernah melakukan pemenggalan pada sendera asal Amerika James Foley dan Steven Sotloff, serta sandera dari Inggris David Haines dan Alan Henning.
 

Namun video tebusan ISIS ini menunjukan pertama kalinya ISIS secara khusus meminta uang tebusan untuk sandera. Meskipun permintaan militan tersebut terkait dengan upaya pendanaan yang dilakukan Jepang untuk memerangi ISIS

FORMAT MAKALAH PRASARAN ILMIAH

Para pembaca pungunjung blog menulis bersama aswir. Pada post Publikasi ilmiah sebelumnya kita sudah bahas secara ringkas makalah Prasaran Ilmiah. Untuk memudahkan pembaca dalam membuatnya, berikut ini kita tampilkan formatnya. Semoga bermanfaat.
I.Aksesoris makalah
Terdiri dari : Lembar Judul, yang memuat: Judul Makalah, Nama, NIM, Nama Sekolah, Alamat Sekolah, dan Tahun.
-          Lembar Pengesahan
-          Kata Pengantar
-          Daftar Isi
-          Daftar Gambar (jika ada)
-          Daftar Tabel (jika ada)
II. Bab I
1. Pendahuluan
Berisi pengantar ke permasalahan pokok yang memberikan gambaran tentang batasan dan tujuan penulisan. Isi pendahuluan + 15%. Bab ini dibagi dalam 3 Sub Bab sebagai berikut
@  Latar Belakang
Memberikan penjelasan tentang manfaat (pentingnya) judul untuk dibahas.
@  Ruang Lingkup
Memberikan penjelasan tentang ruang lingkup permasalahan yang menjadi batasan pembahasan.
@  Maksud dan Tujuan Penulisan
Memberikan penjelasan tentang maksud penulisan makalah dan tujuan berisi tentang hal yang diinginkan pada penulisan makalah, sesuai dengan konteks permasalahan yang akan dibahas.
@ Metode Penulisan
Metode apa yang akan digunakan dalam penulisan makalah tersebut.
III. Bab II
Ø  Pokok Permasalahan
Permasalahan apa saja yang hendak dibahas oleh penulis dalam makalahnya.
Ø  Pembahasan
Pembahasan (ditulis topiknya) merupakan isi dari makalah, berupa uraian yang relevan dengan ruang lingkup. Isi pembahasan +75%, dengan pembagian meliputi:
1)      Uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan isi topic.
2)      Dalam menguraikan pembahasan ini dapat menggunakan bahan referensi yang resmi.
3)      Bila mungkin dapat memuat faktor-faktor penentu (factor pendukung dan penghambat)
4)      Pada dasarnya uraian tersebut adalah untuk menjawab permasalahan dengan alternatif pemecahan masalah.
IV. Bab III
@ Isi
Berisi pembahasan dari setiap masalah dan pokok permasalahan yang telah disajikan atau pembahasan secara rinci dari setiap pokok permasalahan.
V. Bab IV
@ Penutup
Pada bab yang terakhir ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang pada dasarnya . merupakan penegasan inti makalah yang dirumuskan dengan jelas, singkat, dan tegas. Isi penutup 10%, dengan pembagian meliputi:
1)      Kesimpulan. Berisi jawaban dan permasalahan dalam bentuk resume atau ikhtisar dari permasalahan.
2)      Saran. Yang dimaksud disini, merupakan usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada materi pembahasan. Hendaknya dikemukan secara jelas dan kemungkinan dapat dilaksanakan.
VI. Daftar Pustaka
Merupakan acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar, internet, dan sumber tertulis lainnya. Berisi daftar dari bahan bacaan (pustaka) yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan makalah tersebut.


(Sumber: Farida Hanum, 2014. Panduan Lengkap Membuat Karya Tulis Penelitian& Non Penelitian untuk Guru)

MIMPI YANG MEMBAWA KEBERUNTUNGAN


Mimpi adalah permainan tidur. Namun banyak yang percaya mimpi mempunyai arti yang tersirat. Jangan heran mereka yang senang mengikuti undian atau main lottere  mimpi punya arti yang sepesifik. Sehingga ketika dulunya ada SDSB, muncul kelompok diskusi yang membahas makna dari suatu mimpi, yang ujung-ujungnya akan mendapatkan angka yang diyakini akan membawa keberuntungan.
Berikut ini ada 5 mimpi yang dipercaya merupakan pertanda seseorang yang mengalaminya akan mendapat uang.

 Ingin dapat tambahan uang dengan modal hanya 25 ribu rupiah, bisa menghasilkan Rp.800 Juta,- Dari Bisnis Iklan ?
Silahkan klik :
https://muslimpromo.com/?ref=8099
 
Vemale.com - Sampai sekarang, mimpi adalah sebuah misteri. Sudah banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui apa itu mimpi, namun sampai sekarang masih ada saja bagian mimpi yang tidak terjelaskan.
Di Indonesia, mimpi dikenal sebagai bunga tidur, bahkan banyak yang percaya bahwa mimpi tertentu adalah sinyal atau petanda. Jika Anda memimpikan hal-hal di bawah ini, kabarnya.. Anda akan mendapat uang atau rejeki yang besar.
1. Mimpi Kejatuhan Durian

Di dunia nyata, tidak ada yang mau kejatuhan durian dari pohonnya. Tapi di alam mimpi, banyak yang ingin mimpi kejatuhan durian. Entah kenapa mimpi kejatuhan durian dianggap sebagai tanda akan dapat uang, mungkin karena harga durian cukup mahal dan jadi salah satu buah yang mewah.
2. Mimpi Menangis Kencang

Banyak orang takut saat mimpi menangis kencang, banyak yang takut akan terjadi hal-hal buruk. Namun dari sebuah sumber justru disebutkan kalau Anda menangis kencang di dalam mimpi, kemungkinan Anda akan mendapat uang yang tak terduga datangnya. Mungkin mimpi ini bisa menjadi motivasi agar Anda tak perlu lama-lama bersedih saat mencari rejeki.
3. Mimpi Menggendong Bayi Laki-Laki

Ini adalah mimpi yang paling sering diperbincangkan, yaitu saat Anda mimpi menggendong bayi, dan akan lebih bagus kalau bayi laki-laki. Kabarnya nih, menggendong bayi adalah lambang Anda akan mendapat rejeki. Mungkin karena dalam budaya kita menganggap anak adalah rejeki, sehingga mimpi menggendong anak diibaratkan akan mendapat rejeki.
4. Mimpi Bertemu Hantu

Sering panik dan takut mimpi bertemu hantu? Kabarnya nih.. mimpi bertemu hantu bermakna bagus, karena tandanya Anda akan mendapat uang. Entahlah.. apa hubungannya hantu dan uang. Mungkin maksudnya Anda harus berani mengambil risiko, terutama jika Anda sudah bekerja atau punya usaha, sehingga kemungkinan Anda akan mendapat hasil lebih banyak dengan keberanian mengambil risiko.
5. Mimpi Melahirkan

Di kalangan wanita, mimpi melahirkan sering disambut dengan suka cita. Menurut banyak sumber, mimpi melahirkan dapat bermakna seseorang akan mendapat banyak rejeki atau keinginannya akan segera tercapai. Mimpi bagus dong ini.. Semoga saja bisa membuat Anda termotivasi untuk mencapai cita-cita dan tujuan Anda.

Walaupun mitos-mitos tentang mimpi uang dan rejeki sering berkaitan, tetap ingat untuk terus berdoa pada Tuhan YME. Percayalah bahwa rejeki Anda sudah dipersiapkan olehNya, tinggal menunggu untuk dijemput oleh Anda.
Catatan: Gambar diambil dari google

PRASARAN ILMIAH

Bapak ibu guru pengunjung blog menulis bersamaswir pada post PUBLIKASI ILMIAH 1 diurauikan ada 3 kelompok kegiatan publikasi ilmiah. Yang petama adalah “Presentasi pada Forum Ilmiah” Pada presentasi forum ilmiah kadangkala guru diminta untuk menjadi pemrasaran. Untuk itu perlu dibuat MAKALAH PRASARAN ILMIAH.
Prasaran Ilmiah adalah sebuah karya ilmiah yang berupa hasil penelitian, gagasan, ide atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu masalah, yang disampaikan dalam forum ilmiah seminar, lokakarya, symposium, atau sejenisnya. Prasarana tersebut disampaikan atas usulan penulis atau permintaan dari panitia penyelenggara pertemuan ilmiah.
Makalah prasaran ilmiah itu dapat berupa karya ilmiah hasil penelitian atau tinjauan/kanjian ilmiah, namun topik atau permasalahan yang akan dikemukakan harus mengikuti ketentuan panitia seminar. Karya prasaran ilmiah sering masalah sajian dan atau sistematikanya agak dipengaruhi permintaan panitia seminar, sehingga penulis tinggal menyesuaikan ketentuan.

A.        Kerangka Sistematika Prasaran Ilmiah
Kerangka isi (sistematika) prasaran ilmiah mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia seminar, lokakarya atau pertemuan ilmiah lainnya. Namun prasaran ilmiah itu sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.    Isinya berupa gagasan ilmiah yang berfungsi sebagai perluasan pengetahuan atau keilmuan bagi peserta, sesuai dengan bidang ilmu dalam forum pertemuan ilmiah tersebut.
2.    Langkah sajiannya runtut dan menunjukan satu kesatuan bermakna baik bagi perluasan khasanah keilmuan maupun perbaikan dalam praktek pembelajaran. Contoh, pengawas dalam kelompok mata pelajaran lain di daerah lain melihat dan mendengarkan cara guru mengajar dirasakan adanya kekurangan yang cukup memprihatinkan. Untuk itu disusun secara sistematik bagaimana cara dan langkah pembelajaran yang efektif.
3.    Lengkap, menyajikan ide atau gagasan penting, hasil penelitian. Umumnya KTI yang berupa prasaran dalam pertemuan ilmiah mempunyai kerangka isi sebagai berikut bagian awal: berisi judul, keterangan pada bagian apa prasaran ilmiah tersebut disajikan, waktu penyajian, tempat dan penyelenggaranya.
B.   Bagian Isi
Suatu prasaran mempunyai kerangka isi yang sangat beragam. Beberapa panitia ilmiah sering telah menetapkan kerangka isi dan topik dari makalah yang akan dipresentasikan. Namun demikian, umumnya suatu makalah yang disajikan dalam pertemuan ilmiah berisikan hal-hal sebagai berikut:
1.    Pengantar yang dapat berupa ringkasan, atau ungkapan latar belakang, atau uraian yang mengantarkan pembacanya kepada permasalahan utama.
2.    Paparan masalah utama, dan ide, gagasan atau pembahasan masalah disertai kajian teori yang relevan. Ide gagasan yang dikemukakan jelas arahnya, runtut, mudah diikuti, dapat disertai contoh implementasinya.
3.    Penutup yang berupa ringkasan, atau uraian hal-hal yang penting. Bagian akhir berupa daftar pustaka.

C. Kriteria dan Bukti Fisik
Agar karya tulis ilmiah yang berupa prasaran ilmiah ini dapat dinilai harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1.      Membahas masalah di bidang pendidikan formal.
2.      Pertemuan ilmiah minimal diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota, serta disahkan oleh panitia seminar yang menyatakan bahwa penulis telah menyajikan karyanya dalam seminar apa, dimana, dan kapan pelaksanaannya
3.      Bukti fisik disahkan oleh ketua panitia seminar/pertemuan ilmiah lainnya, foto-copy daftar hadir peserta seminar perlu dilampirkan foto copy atau makalah asli disahkan koordinator pengawas (Korwas) sekolah di daerah pengusul.